Salut! 1 Juta Penonton Buat Film “Si Doel the Movie”

Kabar gembira dari rumah produksi Falcon Picture dan Karnos Film. Faktanya, sejak tayang perdana tanggal 02 Agustus 2018 lalu di bioskop (kira-kira semingguanlah), ”Si Doel The Movie,” film karya Rano Karno, yang merupakan ‘sekuel’ drama seri keluarga di televisi nasional “Si Doel Anak Sekolahan” (2003) berhasil meraup 1 jutaan penonton.

“Si Doel The Movie” memang melesat cepat ke jajaran puncak box office film Indonesia. Pada hari pertamanya tayang, film ini tercatat mengumpulkan 134 ribu penonton. Baru hari keempat, Falcon Pictures mengumumkan jumlah penontonnya menyentuh angka 713 ribu lebih.

Si Doel The Movie memang jadi salah satu film yang paling diburu masyarakat Indonesia. Kesuksesan sinetron Si Doel Anak Sekolahan jadi salah satu faktor yang membuat penonton penasaran dengan versi filmnya.

Di versi filmnya kini, dikisahkan bagaimana kehidupan Doel dan dua wanitanya, setelah 14 tahun kemudian. Di awal, diceritakan Mandra dan Doel akan berangkat ke Belanda. Katanya, sih, dapat kerjaan dari Hans, kakak Sarah, untuk membantunya mempersiapkan pagelaran Festival Betawi yang akan berlangsung di negeri kincir angin tersebut. Doel yang kini sudah jadi teknisi lepas, hidup bersama Zaenab (Maudy Koesnaedi).

Di akhir kisah Si Doel Anak Sekolahan (2003), Doel memang menikah dengan Sarah. Namun rumah tangga mereka rumit, karena Zaenab yang sudah menikahi pria lain, keguguran, sehingga Doel harus menolongnya yang diceritakan di Si Doel Anak Gedongan (2005). Sarah pun cemburu dan memutuskan pergi meninggalkan Doel.

Apa yang terjadi? Bagaimana dengan Sarah? Lalu, nasib Zaenab? Siapa wanita yang akhirnya jadi pelabuhan terakhir hati si Doel? Apa benar film ini sudah menjawab semuanya?

Lepas dari cerita klasik drama cinta segitiga, film yang dibintangi oleh pemeran-pemeran lamanya, seperti Rano Karno, Cornelia Agatha, Maudy Koesnaedy, Suti Karno, dan Mandra ini masih mempertahankan originalitas akting para pemainnya yang membuat penonton tetap dekat dengan para tokoh dan cerita di dalamya.

Cara film tersebut bertutur kisah pun masih sama dengan sinetronnya. Sederhana, tanpa shot dan efek suara yang mendramatisir, atau dialog yang kelewat romantis hingga terkesan membual dan tak realistis. Karakter-karakternya pun tak diubah, hanya menyesuaikan dengan usia saja yang kini menua.

Doel sendiri masih digambarkan sebagai sosok pria Betawi yang irit bicara dan cukup mengungkapkan emosinya lewat ekspresi wajah saja. Dia juga masih Doel yang agamis dan yang tak tahu bagaimana menyikapi cintanya yang dilematis.

Begitu juga dengan para pemain lain. Mandra masih kental humor, Atun ceplas-ceplos polos, Zaenab yang lugu, dan Sarah yang elegan. Bahkan Mak Nyak (Aminah Cendrakasih), tak kehilangan ruhnya sedikit pun sebagai ibu Doel yang bijak, meski di tengah kondisi fisiknya yang lemah.

Nah, penasaran? Belum nonton? Buruan deh, ke bioskop, yuk!

Post Author: pipin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.